Franck Ribery protes FIFA 20 karena tampilan model 3D-nya

Penyakit yang kembali kambuh

Game simulasi sepakbola memiliki dua buah kiblat yang sejak lama terus bersaing. Konami dengan seri Pro Evolution Soccer dan EA dengan seri FIFA-nnya. Dua game besar ini tak pernah berhenti menyajikan fitur-fitur dan gameplay terbaik setiap tahunnya. Namun, jika bicara soal keunggulan masing-masing, PES unggul dalam hal grafik dalam beberapa waktu terakhir, sedangkan FIFA unggul dalam hal lisensi klub dan negara.

Namun, ada satu hal yang sepertinya selalu menjadi masalah bagi FIFA disetiap seri yang dirilis. Permasalahan desain model 3d dari FIFA hampir diprotes oleh para pemain sepakbola professional tiap tahunnya. Protes ini disampaikan langsung di twitter pribadi masing-masing bintang sepakbola.

Di seri FIFA 18, setidaknya ada tiga orang pemainnya yang men-tweet protesnya mereka.

Sami Khedira : Aku suka rambut panjangku, tapi rambutku sudah pendek selama dua tahun ini.

Angel Gomes : Kenapa aku terlihat seperti Wilfried Bony (pesepakbola lain)?

Benjamin Mendy : Kenapa aku terlihat mirip Emile Heskey

FIFA 19 juga tak luput dari protes. Setidaknya Axel Witsel yang menyatakannya secara langsung melalui akun twitternya. Tanpa kata-kata protes, hanya dengan emoticon yang mungkin bisa kita pahami maksudnya.

Sekarang, di seri terbaru FIFA 20, kesalahan serupa kembali terulang. Franck Ribery yang saat ini bermain untuk klub Fiorentina di Italia menyampaikan keluhannya. Ia berkata bahwa baru saja bermain game FIFA 20 bersama anaknya. Seperti halnya pesepakbola lain yang suka memainkan tim yang ada diri mereka di dalam tim, Ribery melakukan hal serupa. Sang anak justru berceletuk “Siapa orang ini?” saat melihat tampilan sang ayah di dalam game.

Melihat ada pesepakbola yang melakukan protes, PES selaku pesaing terbesar FIFA, akhirnya ikut campur. Mereka membalas cuitan Ribery dengan screenshot tampilan Ribery yang jauh lebih baik dengan menyebut “Hai Franck (Ribery). Kamu kenal siapa orang ini?”.

PES sepertinya tahu betul bagaimana menggunakan kesempatan untuk melancarkan serangan sekaligus menampilkan keunggulan mereka. Tahun ini sepertinya PES kembali menang dalam urusan tampilan model para pesepakbola yang jauh lebih mendekati aslinya.

Ayolah FIFA, segera perbaiki hal ini. Bagaimana menurut sobat satu stik lainnya?

More Stories
Google Stadia rilis 19 november