Karyawan dan mantan karyawan ungkap permasalahan di Ubisoft

Perlahan terbuka fakta yang kurang mengenakkan

Seperti yang kita ketahui, masalah pelecehan seksual marak terjadi di industri game sejak bulan juni. Bahkan, Ubisoft sampai melakukan investigasi menyeluruh di internal mereka. Hasilnya, beberapa karyawan bahkan eksekutif harus angkat kaki dari posisi mereka.

Berdasarkan laporan dari Bloomberg, beberapa karyawan dan mantan karyawan mengungkapkan fakta menarik. Beberapa karyawan wanita yang bekerja disana menyamakan kantor Ubisoft sebagai Boys Club. Salah satu ekskutif seperti Serge Hascoët dikatakan sering mengadakan pertemuan di strip club. Para karyawan juga diajak untuk mabuk-mabukan. Bahkan, tak jarang keluar komentar tak senonoh terkait tubuh mereka dari petinggi juga sesama karyawan.

Terlalu berkuasa

“Tokoh utama” dari permasalahan ini adalah Serge Hascoët itu sendiri. Ia disebut-sebut sebagai orang paling bertanggung jawab atas kondisi yang ada saat ini. Ia juga bertanggung jawab atas keputusan dalam pengembangan beberapa game. Ia dan departemen lain sering kali mengubah ide dan cerita dari game yang sedang digarap. Hal tersebut dimaksudkan agar game dapat menjual dari sisi marketing.

Hascoët dianggap memiliki kekuatan terlampau besar dalam pengembangan sebuah game. Masalahnya, ia beberapa kali mematikan ide penggunaan peran wanita dalam game. Bahkan, ia menggangap tokoh wanita tidak akan menjual. Hascoët dapat membatalkan, menerima bahkan mengubah cerita agar sesuai keinginannya. Hal ini terjadi di beberapa judul yang Ubisoft rilis. Dirinya lah yang mendirikan departemen editorial Ubisoft. Departemen yang jadi pengontrol utama dari semua judul yang dirilis.

Diawal pengembangan, game Assassin’s Creed Odyssey, tokoh utamanya adalah Kassandra. Namun hal tersebut ditolak. Hingga akhirnya dibuat opsi tokoh utama antara Kassandra dan Alexios di hasil akhirnya. Begitu juga di game AC Origins. Dalam versi originalnya, Aya akan memiliki peran jauh lebih banyak. Dalam cerita aslinya, Bayek akan mati lebih cepat untuk memperbanyak porsi cerita Aya.

Akibatnya, Ubisoft dianggap tidak ramah untuk karyawan wanita. Dalam operasional bisnis dan juga di dalam game itu sendiri, mereka seperti tidak dihargai. Yves Guillemot, CEO Ubisoft, berjanji akan melakukan perubahan besar. Ia akan membenahi Ubisoft agar menjadi tempat yang ramah bagi para karyawannya.

More Stories
Sony tingkatkan produksi PS5 sampai akhir tahun mendatang