Review Ryse – Son of Rome : Cantik namun datar

Kekuatan grafis yang menonjol tidak didukung gameplay yang menarik

Ryse – Son of Rome adalah gim yang berada dibawah pengembangan Cryte.  Pada awalnya, gim ini ekslusif untuk Xbox One, dirilis pada November 2013. Namun, hampir setahun setelahnya mendapatkan porting ke PC, tepatnya di Oktober 2014.

Sebagai sebuah instalmen yang membawa nama Crytek di punggungnya, tentu ada sebuah ekspektasi yang terlahir. Para gamer optimis akan pesona kualitas grafis pada zaman itu yang memang, selalu tak pernah gagal dibawakan oleh Crytek.

Hal pertama yang akan memanjakan kita di Ryse adalah kualitas grafis yang ditawarkannya. Tampil tanpa saingan di zamannya, kualitas kecantikan grafis pada Ryse tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun, apa yang membuat kami mengatakan bahwa Ryse : Son of Rome adalah gim yang cantik namun datar?

Mari kita ulas bersama.

PLOT

Ryse: Son of Rome mengadopsi cerita peperangan dari Romawi kuno. Sesuai judulnya,anda akan berperan sebagai Marius Titus, seorang jenderal pasukan Roma yang setia pada kekaisaran.

Kita dihadapkan ke alur maju-mundur, beberapa kilas balik cerita akan menjelaskan mengapa kita berada di posisi sekarang. Serangan tentara Barbarian ke ibukota Roma memaksa Marius bersama Emperor Nero, kaisar Roma untuk mundur. Melangkah sejauh mungkin kedalam barisan pertahanan. Hal yang terjadi dibalik kondisi inilah yang akan kita jalani.

Mulai dari awal mula cerita, dimana kedua orangtua Marius dibantai dengan sadis oleh bangsa barbarian. Pengkhianatan, persahabatan dan bahkan sisi mistis dari perang ini dibahas dengan alur maju-mundur. Dengan cara ini, akan membuat kita para pemain mengenali betul siapa Marius.

Di sepanjang perjalanan, Marius juga kerap didatangi oleh seorang wanita misterius yang juga akan menghilang secara misterius. Belum lagi, mitos tentang Damocles, seorang prajurit hitam yang bangkit dari kematian karena penghianatan, juga dibahas di Ryse.

Lantas apakah dengan plot yang sedemikian menarik dan penuh intrik politik ini membuat kita bisa mencintai Ryse: Son Of Rome ini?

Mari kita masuk ke bagian berikutnya.

GRAFIS

HARAM hukumnya untuk membahas gim dari Crytek tanpa mengulas grafisnya. Ryse sempat digadang-gadang akan jadi gim yang jadi standar betapa kuatnya Xbox One. Dengan nama besar Crytek dan ditenagai CryEngine yang legendaris, kualitas grafis Ryse tidak dapat dipandang sebelah mata. Tidak hanya cutscene, dalam gameplay pun semua terlihat sangat hidup. Kualitas tekstur, karakter, lingkungan, efek darah, lumpur bahkan armor para prajurit dapat dilihat detil. Belum lagi ekspresi wajah dan tata cahaya yang semakin mendramatisir perjalanan anda sebagai Marius.

Bahkan, dari sisi grafis, Ryse memang tak dapat dikalahkan di jamannya. Jika dibandingkan gim kelas AAA masa kini, kualitas grafis Ryse mungkin masih sulit ditandingi oleh instalmen serupa.

Lantas, bagaimana dengan gameplaynya?

GAMEPLAY

Oke, kita masuk ke bagian berikutnya, yakni gameplay. Gameplay dari Ryse sendiri dapat kami katakan tidak begitu menarik. Mengapa? Mengusung sistem Hack n’ Slash, permainan anda akan berujung pada serang, block, counter dan beberapa QTE (Quick Time Event) untuk mengeksekusi musuh.

Sepanjang permainan anda hanya akan bergerak dari titik A ke B. Menuntaskan objektif yang diberikan dan menyerang barisan pertahanan musuh. Hanya berputar-putar dengan kegiatan tersebut. Di awal permainan mungkin sistem eksekusi dengan QTE yang ditawarkan banyak gim serupa ini terkesan menarik. Kita akan melihat adegan gore yang “indah”, namun, semakin jauh kita memainkannya, tak dapat dipungkiri, ini akan terasa.. datar.

Di beberapa bagian, gim ini akan meminta anda, sebagai marius, menjalani perannya sebagai seorang jenderal. Dimana anda akan diminta mengomando langsung jalannya perang dalam skala lebih besar, layaknya RTS. Hal-hal seperti menyerbu markas musuh dalam bentuk formasi khusus, mempertahankan basis pertahanan sampai memilih bagian mana yang ingin dilindungi atau diserang terlebih dahulu. Bagian ini cukup menarik, dimana anda seakan-akan mengemban nasib prajurit yang anda pimpin.

Namun, yang cukup disesali adalah kehadiran QTE-nya yang agak terkesan “pointless”. Biasanya, QTE hadir untuk memastikan anda akan melakukan eksekusi atau tidak. QTE di Ryse justru tidak mempengengaruhi apapun. Entah anda menekan tombol yang diminta atau tidak, hasilnya akan tetap sama. Perbedaan hanyalah pada poin buff yang didapat Marius.

Setiap QTE yang “sukses” dieksekusi akan memastikan Marius mendapatkan reward instan yang sepadan. Reward berupa buff ini antara lain, mengisi kembali health Marius, mengisi “energy” Marius untuk dapat masuk ke mode “berserk” juga menambah EXP Marius yang jadi mata uang di gim ini.

Apa fungsi EXP?

EXP berfungsi untuk membeli upgrade Marius yang nantinya akan jadi buff permanen. Misalnya, dapat menambah maksimal health, maksimal energy atau bahkan membuka animasi eksekusi yang baru. Proses upgrade ini kami rasa tidak cukup berpengaruh pada proses jalannya cerita.

Beralih ke kesimpulan. Bagaimana akhir ulasan kami terhadap Ryse : Son of Rome ini?

Dengan mengusung cerita perang barbarian dan roma di zaman keemasannya, tentunya anda akan mendapatkan banyak sekali adegan gore yang memang tidak ditahan-tahan oleh Crytek. Semua eksekusi anda tidak akan berakhir pada sebuah sayatan luka kecil pada musuh. Anda akan menemukan anggota tubuh terlempar kesana kemari di dalam gim ini.

Tentunya sangat menarik untuk dibayangkan jika anda menyukai gim hack n’slash dengan tema serupa.

Kualitas grafis juga jadi poin utama jika anda ingin memainkan gim ini. Tidak dapat dipungkiri lagi, Ryse : Son of Rome punya kelas sendiri yang sulit ditandingi.

Jadi, bagaimana penilaian kami dengan gameplay?

Yah, bagian ini jadi titik lemah sendiri di gim ini. Sangat disayangkan dibalik kualitas grafis yang “Cantik”, kualitas gameplay justru sangat “datar” jika dibandingkan hack n’slash serupa. Walau dunia yang ditawarkan sebenarnya punya potensi eksplorasi yang luar biasa, tetap saja gameplay linear dengan bergerak dari titik A ke B ini minim improvisasi. Saking minimnya sampai kami sendiri bingung apa kegunaan dari collectibles yang kami kumpulkan selain untuk achievement di steam?

Dibalik itu semua, untuk anda pecinta gim dengan narasi cerita yang cukup menggugah, dihiasi grafis yang dramatis, gim ini wajib anda lirik. Namun, tidak jika anda mengharapkan gameplay yang kaya dan siap memacu adrenalin anda.

KESIMPULAN
Untuk anda pecinta gim dengan narasi cerita yang cukup menggugah, dihiasi grafis yang dramatis, gim ini wajib anda lirik. Namun, tidak jika anda mengharapkan gameplay yang kaya dan siap memacu adrenalin anda.
PLOT
7
GRAFIS
9.5
GAMEPLAY
6.5
KELEBIHAN
Grafis menawan pada masanya
KEKURANGAN
Cerita terlalu datar
7.7
FINAL SCORE
More Stories
Call of Duty Mobile Season 9 hadir mulai 16 Agustus